Selasa, 15 Februari 2011

NOKIA Memilih Jendela Untuk Melawan Robot Hijau, Apel Putih dan Beri Hitam


Seperti sudah saya duga sebelumnya, pergantian President dan CEO NOKIA ke Stphen Elop yang notabene adalah mantan pegawai Microsoft akan memperbesar peluang NOKIA mengarah ke sistem operasi Windows Phone 7. Walaupun sebelumnya hanya berupa peluang, sejak kemarin perkiraan saya tersebut terbukti menjadi nyata. Seperti yang beberapa hari ini diberitakan di berbagai media, NOKIA memutuskan untuk menggunakan sistem operasi Windows Phone 7 untuk perangkat smartphone kedepan  dan meninggalkan MeeGo yang sebelumnya digadang-gadang menjadi sistem operasi unggulan di kelas NOKIA smartphone.
                Munculnya sistem operasi baru, seperti i-Phone OS dari Apple, Android dari Google, dan Blackberry dari RIM benar-benar menghadang NOKIA di kelas smartphone bahkan melemahkan perangkat NOKIA lain yang menggunakan platform symbian yang sebelumnya didukung oleh banyak developer aplikasi. MeeGo yang merupakan sistem operasi berbasis linux yang coba dikembangkan NOKIA pun, tidak bisa melawan keperkasaan ketiga pendatang baru diatas.
                Sejak penurunan share market di kelas smartphone, NOKIA memang dikabarkan akan segera mengganti symbian, sistem operasi yang selama bertahun-tahun menjadi sistem operasi utama perangkat NOKIA. Beberapa bulan yang lalu kabar tersebut sempat dibantah, dengan pernyataan NOKIA yang tidak akan memberhentikan pengembangan Symbian. Namun beberapa hari kemarin, pernyataan NOKIA yang akan menggunakan Windows Phone 7 mulai membuka kembali nyatanya berita tersebut. Namun patut dipertanyakan akankah NOKIA kembali sukses menguasai pasar bersama Windows Phone 7 ? Mari kita coba lihat beberapa informasi mengenai perkembangan smartphone beberapa tahun terakhir.
                Menurut data yang dipublikasikan oleh Canalys,untuk akhir tahun 2010 Andoid telah menjadi penguasa share terbesar di kelas smartphone diseluruh dunia dengan market share 32.9%, disusul oleh NOKIA sebesar 30.6%, selanjutnya Apple dan RIM di tempat ketiga dan keempat dengan market share sebanyak 16% dan 14.4%. Sementara Microsoft dengan Windows Mobile hanya menguasai 3.1% sehingga berada diurutan kelima.  Dalam data tersebut juga disebutkan bahwa Google dengan Android-nya telah berkembang sebanyak 615.1% dari tahun 2009, sementara NOKIA hanya berkembang sebanyak 30%, bahkan untuk Microsoft menurun sebanyak 20.3%. Sebagai informasi di tahun 2009 NOKIA menguasai pasar dengan share sebanyak 44.4 %, di ikuti oleh RIM diurutan kedua dan Apple di urutan ketiga dengan 20% dan 16.3%. Sementara Android hanya berada diurutan  keempat dengan share 8.7%.



Smartphone market Share (http://www.canalys.com)


             Symbian diluncurkankan pertama kali sejak Q2 2002 dan digunakan pertama kali pada NOKIA seri 7650 hingga kemudian berkembang pesat menguasai pasar dengan share terbesar 47% ditahun 2008.  Android dari Google, pertama kali diluncurkan di bulan oktober 2008, kemudian terus berkembang dengan dukungan dari banyak produsen smartphone sehingga akhirnya dapat melangkahi symbian di akhir tahun 2010.  Sementara Windows Phone 7 yang merupakan pengganti Windows Mobile dari Microsoft pertama kali diluncurkan di bulan oktober 2010, namun jika dirunut dari awal maka sistem operasi smartphone  yang pertama kali diluncurkan Microsoft adalah Pocket PC 2000 pada bulan april 2000. Dalam perkembangannya sistem operasi besutan Microsoft kurang berhasik karena setelah berganti versi beberapa kali hingga saat ini mereka hanya dapat menguasai share sebanyak 3.1% (Q4 2010). Pertarungan yang cukup menarik, mari kita amati satu-persatu perkembangannya.
Symbian berkembang pesat setelah beberapa vendor perangkat telepon mulai menggunakannya, diantaranya adalah Siemens, Samsung, Panasonic, LG, Sony Ericsson dan lain-lain. Dengan didukung oleh banyak developer yang mengembangkan beberapa aplikasi pada sistem operasi ini (walaupun berlicense), pengguna perangkat telepon berbasis symbian terus meningkat. Namun seiring dengan semakin cepatnya perkembangan aplikasi telepon yang semakin haus akan memori dan variasi, symbian akhirnya sudah tidak mampu lagi mengatasi beberapa masalah memori dalam aplikasinya. Hingga akhirnya mulai banyak ditinggalkan oleh para developernya sehingga berdampak pada penurunan pengguna perangkat berbasis symbian.
                Android, berkembang pesat setelah google membuka open license sejak oktober 2008. Setelah sebelumnya hanya digunakan pada Google-Phone, bergabungnya beberapa vendor smartphone seperti HTC, NEXUS, SAMSUNG, dan lain-lain turut memacu perkembangan dari Android. Dengan semakinn banyaknya developer aplikasi android, disertai dengan informasi kehandalannya dari mulut ke mulut di berbagai media mendorong banyak pengguna untuk berpindah ke smartphone berbasis Android.
                Microsoft mulai tertarik mengembangkan system operasi smartphone  pada tahun 2000 dengan meluncurkan Pocket PC 2000, dilanjutkan dengan Pocket PC 2002, kemudian berganti menjadi Windows Mobile 2003 dan 2003 SE, Windows Mobile 5, 6, 6.1, 6.5, hingga terakhir Windows Phone 7 . Sejak diluncurkan pertama kali, sambutan pengguna terhadap platform smartphone besutan Microsoft ini ternyata kurang begitu bagus. Ketertutupan Microsoft atas semua source code software-nya serta banyaknya masalah dan kekurangan pada aplikasi tersebut berperan banyak pada lambat perkembangannya,  meskipun digunakan oleh banyak vendor smartphone termasuk HTC yang terbesar, yang juga membuat perangkat bagi vendor lain. Dengan beralihnya HTC ke Android, semakin memperbesar penuruna pangsa pasar dari Microsoft Windows smartphone.
                Dari data di atas, saya pribadi pesimis jika NOKIA sanggup menghadang keperkasaan Android, kemolekan dari Apple, dan manisnya Blackberry. Jika dilihat dari data-data diatas dapat ditarik trend pengguna smartphone, menurut saya adalah pertama pasar pengguna smartphone digerakan oleh informasi atau ulasan-ulasan yang menarik di berbagai media khususnya media internet, kedua digerakan oleh dukungan berbagai aplikasi yang banyak dibuat oleh developer pada sistem operasi  tersebut, dan yang ketiga adalah dukungan dari vendor smartphone terhadap aplikasi yang diusungnya. Satu hal lagi jika merujuk kepada istilah pada buku terbaru Renald Kasali “Cracking Zone”, masyarakat sekarang cenderung menginginkan produk yang “freemium” yaitu produk yang “free”, gratis atau supermurah dengan kualitas yang tetap premium. Semua keunggulan tersebut diatas saat ini dimiliki oleh Android, hingga menjadikannya sebagai sistem operasi smartphone yang terdepan.
                Akankah NOKIA kembali menguasai pasar smartphone dengan menggandeng Microsoft? kemungkinan itu tetap ada walaupun kecil menurut saya, syaratnya NOKIA dan Microsoft dapat membuat strategi yang tepat dalam mengahadapi Android beserta vendor-vendor smartphone pendukungnya. Sedikit pemikiran nakal saya mengatakan, bukannya sebaliknya Microsoft memanfatkan Nokia untuk menaikan pangsa pasar smartphone-nya. Kita tunggu perkembangannya beberapa bulan mendatang.


Penulis,

Yovi Manova



Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajementelekomunikasi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.

---

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger