Selasa, 14 Agustus 2012

Antara Nokia dan Research In Motion

Siapa yang tidak mengenal merk telepon genggam yang satu ini, Nokia. Merk telepon genggam asal Finlandia ini sempat menjadi gadget jutaan manusia. Popularitas nya merebak dengan cepat, dengan berbagai model terbaru yang selalu hadir dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, mulai dari handphone dengan teknologi CDMA, GSM hingga smartphone merk Nokia sempat menjadi primadona. Popularitas nya sempat membuatnya memiliki istilah "handphone sejuta umat".

Tak banyak berbeda dengan Nokia, smartphone dengan feature exclusive 'blackberry massenger' dari produsen smartphone asal Kanada yang memberi nama produknya Blackberry juga memiliki popularitas yang sempat meroket dalam waktu singkat.

Apa yang terjadi dengan kedua (mantan) raksasa penguasa gadget tersebut saat ini ?

NOKIA


Gambar 1. Pergerakan Saham Nokia

Mari belajar dari Nokia. Pergerakan harga sahamnya berlawanan dengan pasar dan kita tahu apa yang sedang terjadi pada perusahaan telekomunikasi besar dari Finlandia ini.

Gambar 1 menunjukkan pergerakan nilai saham Nokia dibandingkan dengan Nasdaq, S&P500, dan Dow Jones. Harga saham Nokia bergerak dalam arah yang berbeda dan hal ini telah menimbulkan situasi yang sulit bagi perusahaan dan pihak-pihak terkait lainnya.

 Coba kita perhatikan sejumlah peristiwa berikut ini. Selama bulan Juli 2012 Nokia telah menutup pabrik  miliknya di negerinya sendiri. No more “Made in Finland”. Kemudian Nokia menutup sejumlah kantor di luar negeri seperti Brisbane , Teheran, dan Cina. Selain itu, Nokia juga mencatat kerugian yang besar pada Q2/2012  ini dibandingkan periode yang sama tahun 2011.



Berita ini menimbulkan sejumlah pertanyaan. Faktor-faktor apa yang menyebabkan Nokia mengalami situasi sulit seperti ini?

RESEARCH IN MOTION
Gambar 2. Pergerakan Saham RIM

Produsen smartphone Blackberry ini sepertinya juga sedang mengalami masalah dengan kinerja. Gambar di sebelah ini berikut informasi seputar perusahaan ini di berbagai sumber memberi gambaran kepada. bisa tentang apa yang sedang terjadi.
RIMM memiliki total aset yang lebih rendah dibandingkan NOKIA.
 Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apakah industri ini sedang di persimpangan jalan?  Bagaimana kondisi industri telekomunikasi dalam negeri saat ini? ( lihat Halo-Halo Bandung )

Artikel Terkait

7 komentar:

  1. Nokia dan RIM telat dalam mengantisipasi trend teknologi handset, terlena dengan nama besar dan kejayaannya. sedangkan Google dengan Android dan Apple menghadirkan sesuatu yang jauh lebih baik dari segi feature, kualitas dan user experience untuk sistem operasinya.

    Samsung sadar bahwa teknologi sistem operasi sangat cepat berubah dan membutuhkan RND yang handal, terlebih sistem operasi yang dibesutnya sendiri seperti Bada terbukti tidak sukses dipasaran. Samsung lebih menghandalkan jeroan hardware sesuai dengan kemampuan dan keahliannya, terbukti strategi ini jitu dengan ikut mendompleng kepopuleran Android.

    Nokia berpartner dengan microsoft dengan harapan bisa seperti samsung, tapi sayangnya sistem operasi yang dibesut Microsoft dengan metro tilenya lebih cocok untuk orang2 tua dan anak2, gadget freak yang suka ganti2 hape lebih menyukai Android yang customized dan orang2 yang lebih mementingkan lifestyle lebih suka iPhone


    BalasHapus
  2. Pemain dunia sekelas NOKIA saja bisa gunjang-ganjing akibat berbagai perubahan eksternal. Bagaimana kira-kira pemain lokal ya.... Persaingan semakin ketat. Pengembangan pesat terjadi justru di luar telekomunikasi. Jangan hanya galau. Mari berkolaborasi melakukan sesuatu. Bersama kita bisa !!

    BalasHapus
  3. MICROSOFT membeli device unit NOKIA (sumber: Bloomberg)) senilai $7.2 Billion dan perdebatan plus reaksi pun muncul. Bagaimana prospek M&A ini ke depan? Mengapa Microsoft tidak membeli RIM yang kabarnya juga dalam kesulitan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelum Microsoft membeli Nokia, ternyata Nokia telah melakukan uji coba smartphone prototipe mereka menggunakan OS android (Sumber: androidcommunity ).

      Menurut saya:

      * Hal ini telah membuat Microsoft mengambil alih perusahaan tersebut. Dengan membeli Nokia, Microsoft tidak akan kehilangan pangsa pasar yang sebelumnya kita tahu bahwa Microsoft telah menjalin kerjasama dengan OSnya WP (Windows Phone) adalah sebagian besar OS yang diadopsi oleh handset-handset terbaru Nokia. Dengan adanya gebrakan yang akan dilakukan Nokia, diharapkan dapat mendongkrak revenue dari Microsoft.

      * RIM yang akan melepas layanan unggulannya BBM, tentu akan mengalami kesulitan u/ bertahan dalam kompetisi pasar handset.
      Menurut saya, ini adalah alasan mengapa Microsoft tidak mengambil alih RIM.

      Muhammad Wildan
      ManTel 2013

      Hapus
    2. Microsoft akan menyempurnakan ekosistem baru-nya. ekosistem baru tersebut adalah men-integrasikan antara xbox, pc/laptop, dan perangkat mobile. Seperti pada video disini. .
      Dimana project integrasi tersebut, juga sedang dikembangkan oleh sony. Dengan dibeli nokia oleh microsoft semakian mudah untuk membuat handset yang sesuai dengan tujuan diatas.
      Jika memang tujuannya seperti diatas, untuk prospek M&A kedepannya masih menjanjikan walaupun setelah microsoft melakukan pembelian tsb, saham nokia naik tinggi tapi saham microsoft malah jatuh. salah satu penyebabnya karena pemegang saham kurang puas dengan isi dari kesepakatan tersebut.

      Stephen Elop, CEO Nokia saat ini merupakan mantan orang microsoft. Sejatinya Elop direkut (2010) karena memiliki pengalaman pada bidang software untuk menyaingi android dan ios namun Elop masih memiliki paradigma microsoft yang begitu kuat. Disisi lain adanya kebutuhan dari microsoft untuk mengembangkan ekosistem baru tersebut.

      Kenapa RIM tidak diambil alih, selain layanan BBM yang di lepas ke pasar handset. saat ini juga bermunculan apps chatting yang lebih menarik dan jalan multi platform.

      Hapus
  4. RIM melalui handsetnya Blackberry kemungkinan akan bernasib sama seperti dengan Nokia. Hal ini terlihat dari makin berkurangnya pangsa pasar mereka di dunia kecuali di Indonesia. Kemunduran RIM diprediksi akan semakin dahsyat dengan dilepasnya fitur eksklusif mereka yaitu BBM (Blackberry Messengger). Dengan hadirnya aplikasi BBM di berbagai platform seperti IOS dan android membuat orang tidak perlu lagi membeli handset Blackberry untuk dapat menggunakan fitur BBM. Fenomena ini sudah mulai terlihat di Indonesia dengan menurunnya permintaan customer akan handset Blackberry di pusat-pusat perdagangan handphone. Customer saat ini lebih cenderung untuk membeli handphone android atau iphone dikarenakan mereka sebentar lagi dapat menggunakan aplikasi BBM di platform lain.

    BalasHapus
  5. Sepakat dengan mas Azzinar Faizin dan ingin menambahkan sedikit.

    Sepertinya Microsoft melakukan manuver untuk tujuan yang lebih jauh yaitu mendominasi pasar seperti halnya Google dengan Android.

    Belakangan Blackberry tidak terlalu sukses dengan terobosan terbarunya. Mungkin hal itu juga merupakan drawback sehingga Microsoft memilih untuk meng-akuisisi Nokia ketimbang RIM.

    Terlebih lagi, saat ini Android selangkah lebih maju dengan Samsung Galaxy Gear, sebuah SmartWatch yang mungkin akan menjadi booming di masa mendatang. Sedangkan Apple masih belum merilis iWatch-nya di pasaran. Kita lihat saja apakah Microsoft akan mengikuti jejak keduanya di SmartWatch atau memilih untuk melakukan terobosan yang lain.

    Bagus W. Wahyuntoro
    ME '13

    BalasHapus

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajementelekomunikasi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.

---

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger