Minggu, 13 Maret 2011

Strategi Implementasi Cloud Computing sebagai Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia



              Perkembangan teknologi telah membawa perubahan pada tatanan kehidupan manusia sehari-hari. Masyarakat Indonesia juga mulai berubah ke arah information society. Dalam information society ini  informasi memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti pendidikan, ekonomi, perindustrian, politik, bahkan hukum. Pemanfaatan teknologi informasi secara tepat guna dapat diselaraskan dengan tujuan pembangunan bangsa untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, salah satunya dengan meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Peran Information & Communication Technology (ICT) di dunia ekonomi antara lain dengan hadirnya e-commerce, online shopping, e-travel, e-banking, ERM, memudahkan proses ERP dan CRM di suatu perusahaan. Manfaat positif dari ICT tak hanya ditujukan untuk perusahaan berskala besar saja, tapi juga pengusaha kecil dan menengah yang tersebar di seluruh Indonesia.
                  Perekonomian Indonesia tidak hanya terpusat di daerah perkotaan besar saja, namun jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sangat besar juga memiliki peranan penting dalam menopang perekonomian bangsa. Persebaran pengusaha kecil dan menengah yang cendenrug berada dekat dengan potensi sumber daya di berbagai daerah ini mau tidak mau memaksa penggunaan teknologi informasi yang mampu menjangkau pelosok negeri. Dengan hadirnya teknologi broadband dan Cloud Computing diramalkan akan menjadi trend dunia informasi dan telekomunikasi di masa mendatang. Manfaat yang bisa diperolehnya antara lain terdorongnya bertumbuhan ekonomi sebagai implikasi hadirnya teknologi broadband yang sering dikenal dengan istilah broadband economy. 
                      Kondisi geografis dan persebaran penduduk Indonesia yang belum merata menjadikan kombinasi dari teknologi broadband dan Cloud Computing pilihan yang tepat untuk mempercepat broadband economy di Indonesia. Masing-masing teknologi tersebut mampu mengatasi masalah yang masih dihadapi Indonesia seperti :
Masih jarangnya sumber daya manusia yang mampu mengelola sistem informasi secara menyeluruh di daerah-daerah. Dengan penggunaan teknologi cloud computing, masalah maintenance jaringan inti dan aplikasi inti dapat dilakukan ahli nya secara remote tanpa harus datang ke masing-masing daerah. Perawatan infrastruktur di lapanagan (daerah) hanya sebatas hardware dan software user serta koneksi ke jaringan internet saja.
2.  Jumlah UMKM potensial yang tersebar di berbagai pelosok dan daerah memungkinkan untuk dijangkau dan diintegrasikan ke dalam suatu sistem e-commerce yang terintegrasi secara nasional melalui cloud computing.
3.  Biaya investasi untuk implementasi cloud computing jauh lebih rendah bila dibandingkan implementasi infrastruktur sistem informasi secara menyeluruh untuk satu daerah (server dan client side)
4.  Proyek Palapa Ring, program Desa Berdering dan Desa Pintar dari Kominfo merupakan langkah awal yang sangat baik untuk mengantarkan Indonesia menuju broadband economy, tinggal bagaimana tugas kita mengelola, menjaga dan memanfaatkannya dengan maksimal untuk mengoptimalkan potensi yang masih belum dioptimalkan ini. Penerapan cloud computing dinilai mampu menjadi trigger yang mempercepat geliat ekonomi yang berimplikasi pada meningkatnya daya beli masyarakat serta menarik minat investor.

                 Walaupun implementasi cloud computing bukannlah hal yang baru di Indonesia (beberapa perusahaan telah memanfaatkan teknologi ini), namun untuk mengimplementasikannya secara nasional untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu disusun sebuah strategi yang apik. Hal ini bertujuan agar tercipta suatu sinergis yang berkesinambungan baik dari pemerintah, regulator, investor swasta, akademisi, serta masyarakat.
             Pada tulisan ini, penulis mencoba merumuskan strategi pemanfaatan cloud computing untuk mempercepat broadband economy. Proses Perumusan sebuah strategi meliputi 3 tahapan utama, yaitu tahap identifikasi, tahap analisa dan tahap pengambilan keputusan [1]. Ada beberapa alat bantu yang bisa digunakan dalam masing-masing tahapannya. Pada tulisan ini, penulis menggunakan pendekatan key management model berupa ‘Strategic Dialogue” [2]. Diagram alir dari proses sintesa hingga implementasi strategi tersebut digambarkan dalam bagan diabawah ini :


            Gambar 1. Skema Penyusunan Strategi menggunakan model Strategic Dialogue

Tahap 1 (Identifikasi Awal)
1.   Strategic window
Mengkaji kembali visi dan misi dari implementasi cloud computing untuk digunakan oleh UMKM :
·    Visi : Peningkatan perekonomian bangsa melalui peningkatanan kesejahteraan masyarakat menengah kebawah dengan pemanfaatan teknologi ICT secara tepat guna.
·     Misi :
o   Meningkatkan perekonomian UMKM di seluruh Indonesia
o   Mengedukasi pelaku usaha mikro, kecil menengah dengan pengetahuan ICT yang tepat
o   Memberikan efisiensi dan efektifitas operasional UMKM dengan berbasis pengetahuan ICT
Mengintegrasi proses bisnis antar UMKM, UMKM dengan pebisnis menengah keatas, dan UMKM dengan pemerintah
Berdasarkan visi dan misi tersebut, langkah-langkah praktis yang dapat diambil dari manfaat penggunaan cloud computing antara lain sebagai berikut :
1.   Mengimplementasikan teknologi broadband untuk national backbone agar menjamin kecepatan komputasi cloud computing sehingga memberikan efektivitas dan efisiensi operasional usaha.
2.   Mendukung dan memberikan prioritas bagi Depkominfo untuk menyelesaikan proyek Palapa Ring untuk Indonesia wilayah timur.
3.   Membangun hubungan kerjasama antar UMKM, pengusaha besar dan pemerintah melalui program kemitraan yang melibatkan Departemen Perdagangan dan Perindustrian, perguruan tinggi dan investor swasta.
4.   Mendorong program e-government di berbagai daerah serta membantu pemerintah untuk memberikan insentif bagi UMKM dalam megimplementasikan teknologi sistem informasi.
5.   Bekerjasama dengan Departemen Ketenagakerjaan Umum menyusun dan mengeksekusi program pelatihan ketenagakerjaan berbasis teknologi informasi di penjuru desa potensial di Indonesia.
6.  Bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk merangsang pertumbuhan industri kreatif dan kewirausahaan modern berbasis ICT yang pada proses operasional nya harus mengoptimalkan potensi yang ada di desa dengan melibatkan penduduk lokal setempat agar terjadi transfer pengetahuan yang solutif untuk masing-masing wilayah.

Tahap 2 (Perumusan Strategi Alternatif)
2.  Analisis Faktor Eksternal
Analisis eksternal ini mempertimbangkan perkembangan makro ekonomi dan mikro ekonomi, termasuk kondisi pasar, kompetitor, dan pelanggan.
·         Analisa makro ekonomi
o   Peluang marketing produk secara global sesuai dengan AFTA dan kebijakan pasar bebas.
o   Regulasi terkait cloud computing yang masih belum selesai
o   Reformasi birokrasi
o   Penyederhanaan prosedur perijinan
o   Stabilitas makro ekonomi Indonesia
o   Iklim investasi yang kondusif
·         Analisa mikro ekonomi
o   Jumlah pengguna internet yang sangat besar dan gaya hidup masyarakat yang bergeser ke arah information society membuat bisnis online shopping sangat menjanjikan (marketing mix)
o   Kualitas sumber daya manusia
o   Income per capita masyarakat Indonesia
o   Kearifan lokal (local wisdom) dari tradisi dan budaya yang masih sangat melekat pada sebagian masyarakat Indonesia dapat digunakan untuk merancang strategi marketing.
3.   Analisis Faktor Internal
Meliputi analisis teknologi, spesifikasi pengembangan aplikasi, return on equity (Du Pont Analysis) : “Pertambahan penetrasi internet 1% di negara berkembang akan berkolaborasi dengan pertambahan Income per capita 10.5%” berdasarkan teori tersebut, return of equity dari investasi broadband diperkirakan tidak akan memakan waktu lama.
4.  Synthesis and Options
Berdasarkan analisis eksternal dapat disintesis peluang dan ancaman dan peluang sebagai berikut :

dan faktor internal yang dapat di amati adalah sebagai berikut :

Dari kombinasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tanatangan yang diuraikan diatas, maka posisi implementasi cloud computing untuk membercepat broadband ekonomi berada pada posisi SO (Strenght-Opportunity )
5.    Appreciation and Strategic Choice
Selain berdasarkan analisa SWOT untuk menentukan strategi yang akan dipilih juga bisa dengan melihat posisi produk (cloud computing) terhadap ketertarikan pasar dan ketertatikan dari segi bisnis menggunakan “Market Attractiveness - Bussiness Attractiveness (MA-BA) Analysis”.  Metode ini dipilih untuk memberikan gambaran kepada para investor untuk membantu terwujudnya implementasi cloud computing secara merata.

Dengan memproyeksikan kekuatan dan peluang yang dimiliki, maka MA-BA analysis nya bisa digambarkan sebagai bulatan merah berikut :
   Gambar 2. Skema Posisi Potensial implementasi Cloud Computing Berdasarkan MABA Analysis

Berdasarkan SO strategies dan posisi yang digambarkan melalui MABA Analysis, maka langkah selanjutnya adalah menyusun rencana skenario dengan menggunakan pendekatan key management model “scenario planning” sebagai berikut :

  Gambar 3. Skema Proses Penyusunan Skenario Menggunakan Metode Scenario Planning

Skenario yang dipilih merupakan skenario strategi untuk mencapai visi, dengan menggunakan kekuatan, peluang, posisi terhadap ketertarikan pasar (market attractiveness) dan ketertarikan bisnis (bussiness attractiveness). Sehingga dapat dirumuskan skanerio yang dipilih adalah sebagai berikut :
Tahap I : Introduction
Pada phase pertama ini, beberapa langkah strategis yang perlu diambil antara lain : 
            - menyatukan visi dan misi semua stakeholder terkait
            - merancang sistem broadband ekonomi yang terintegrasi
- mempercepat penetrasi broadband nasional di indonesia
            - survey demografi dan potensi yang ada di daerah
- menginisiasi pertumbuhan UMKM di Indonesia
            - merancang sistem edukasi ICT yang terintegrasi
            - merancang sistem cloud computing skala nasional
- merancang sistem maintenance dan monitoring keseluruhan sistem yang akan dimplementasikan
Tahap II : Implementasi
Skenario di phase kedua ini merupakan implementasi dari apa yang sudah direncanakan di phase I. Selain itu, ada beberapa skenario yang berkaitan dengan kesuksesan dari implementasi skenario phase I, antara lain :
-     Memilih daerah mana yang akan di optimalkan potensinya menggunakan ICT dilanjutkan dengan implementasi sistem inforamsi dan aplikasi yang sesuai. Untuk periode pertama, tidak semua desa dapat dijangkau, hanya beberapa desa yang sudah memilikikonektivitas internet dulu
-     Pendekatan terhadap masyarakat sekitar dan edukasi yang tepat
-     Proses transfer knowledge dan pengenalan aplikasi ICT
-     Melibatan local partner dalam proses implementasi
Tahap III : Kolaborasi dan Monitoring
Pada phase ini, sistem kolaborasi yang terintegrasi dari pihak pengusaha lokal, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak swasta yang terkait mulai dijalankan. Sistem monitoring yang telah dirancang pada phase pertama juga mulai dijalankan. Perubahan rencana mungkin saja terjadi pada phase ini , sesuai dengan hasil monitoring dan temuan masalah di lapangan. Perubahan rencana bisa merupakan corrective action untuk masalah yang terjadi di lapangan serta peramalan kedepannya, sehingga didapat rencana baru yang lebih baik lagi. Improvisasi secara berkelanjutan terjadi pada phase ini.
Tahap IV : Evaluasi
Phase evaluasi ini merupakan phase yang juga penting, pada fase ini di evaluasi seberapa besar peningkatan perekonomian masyarakat dengan hadirnya teknologi cloud computing dan broadband di tengah mereka. Hasil evaluasi ini bisa menghasilkan suatu standard atau protokol yang bisa diterapkan untuk daerah lain yang memiliki karakterisitik serupa.

Tahap 3 (Keputusan Pemilihan Strategi)
6.  Elaborasi 
Pada langkah keenam ini, strategi dan skenario yang telah di pilih pada langkah-langkah sebelumnya diterjemahkan kedalam suatu metode pengukuran yang dapat diukur pencapaiannya, sehingga pelaksanaan strategis ini dapat dimonitor secara objektif.
7.   Implementasi dan Monitoring
Langkah terakhir dari perumusan strategi menggunakan metode ‘Strategy Dialogue’ adalah implementasi dari semua rencana dan memonitor progress yang dicapai.

 
Teknologi bukanlah tujuan akhir dari pembangunan suatu bangsa, tetapi teknologi hanyalah alat yang dapat digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan suatu bangsa. Oleh karena itu diperlukan kebijakasanaan untuk menggunakan dan mengambil manfaat darinya, sehingaa kehadiran teknologi di tengah masyarakat tidak menjadi hal yang sia-sia, tapi justru membawa manfaat yang besar. Dengan meningkatnya tingkat perekonomian masyarakata, otomatis daya beli nya juga meningkat, sehingga mampu membeli produk-produk telekomunikasi lainnya dan mampu menggunakannya dengan bijak untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini dapat terwujud jika seluruh pihak yang terkait mendukung secara penuh dan menyadari betul pemanfaatan ICT untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Referensi :
[1] David, Fred R; Manajemen Strategis Buku 1 Edisi 12, 2009, Salemba Empat
[2] Marcel van Assen, Gerben van den Berg & Paul Pietersma; Key Management Models, 2009, Prentice Hall

Penulis,

Nurmaya Widuri
@maewiduri

Artikel Terkait

1 komentar:

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajementelekomunikasi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.

---

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger