Sabtu, 12 Maret 2011

Hindari Berbicara Saat Bencana, Lebih Baik Update Status.


Bencana yang terjadi seketika meluluh lantakkan seluruh infrastruktur yang ada, keputusan secara cepat harus diambil untuk menyelamatkan jiwa. Safety first, adalah satu satunya kata yang harus menjadi acuan ketika hal yang tidak diinginkan terjadi. Kali ini penulis akan mencoba merumuskan apa-apa yang harus dilakukan ketika saat terjadi bencana, terlebih penanganan pasca bencana.

11 Maret 2011, 14:46 Waktu Tokyo 8.8 SR Jepang dilanda bencana gempa (berita: Detik), satu hal yang menjadi ide bersama seluruh masyarakat yang ikut menjadi korban secara langsung ataupun tidak adalah mencari tahu kabar ataupun memberitahukan kabar dirinya kepada orang-orang terdekatnya, termasuk juga kepentingan team penyelamat dalam hal ini pemerintah setempat dan mungkin saja semua orang dari belahan dunia manapun yang punya kepentingan atas akibat yang ditimbulkan bencana ini, untuk melakukan komunikasi segera untuk dapat diambil langkah-langkah yang diperlukan. Tak hanya bersifat regional, akan tetapi pastinya juga mempengaruhi dunia International.

Khusus untuk Indonesia, dimana ada 31.517 WNI yang tinggal di Jepang (Siaran Pers Menlu: Tribun), jika setiap orang memiliki setidaknya 100 kerabat maka secara sederhana, untuk masing-masing orang akan terjadi kenaikan dan tabrakan traffik voice yang ingin melakukan komunikasi, padahal secara umum orang-orang hanya ingin menanyakan bagaimana keadaan mereka disana (selamat atau tidak), dan kemudian baru hal-hal lain menyangkut keadaan harta benda dan kemampuan untuk survive pasca bencana terjadi, seperti tempat tinggal, obat-obatan, persediaan makanan dll. Sehingga dalam keadaan panik seperti ini lakukan hal sederhana berikut (penting!: saran ini adalah pada perspektif penulis pada kasus terbatas, khususnya bencana yang terjadi secara masal dan dengan tujuan pemanfaatan jaringan telekomunikasi secara efisien, dan bukan acuan standar untuk prosedur keselamatan):

1. Setelah dipastikan keselamatan anda maka cari kemungkinan untuk melakukan sambungan komunikasi data dan login lah pada salah satu fasilitas jaringan sosial yang paling memungkinkan, fasilitas microblogging yang ringan seperti twitter, fasilitas chat, dan jika memungkinkan facebook atau yang setara yang bisa melakukan pengiriman gambar.
2. Update status pertama mengenai kondisi diri anda, sesingkat mungkin dan sejelas mungkin, seperti "Saya selamat!"/"Saya sekeluarga selamat!"/"Kami selamat!"/"Semua penumpang bus selamat!" atau juga "1 orang kesulitan bernafas butuh bantuan medis!" dan lain lain. Mengingat kondisi jaringan komunikasi yang tidak stabil maka hal ini sangat penting dibandingkan membuat status panjang yang dikhawatirkan anda tidak sempat melakukan post karena keburu jaringan mengalami masalah.
3. Update status kedua mengenai posisi anda, jika anda tidak tahu berada dimana berikan informasi mengenai lingkungan anda seperti gedung, jalan, tulisan apapun (ya benar apapun yang anda bisa baca), warna gedung, jenis pakaian orang disekitar, atau hal apapun yang dapat menjadi dasar orang lain untuk mengidentifikasi lokasi anda untuk melakukan proses penyelamatan.
4. Update status ketiga dan selanjutnya anda boleh memberitahukan kondisi lingkungan sekitar dan memberitahu semua informasi yang dapat membantu pemulihan pasca bencana seperti apa-apa saja yang anda butuhkan, rencana pengungsian dan lain-lain.



Melakukan update status alih-alih melakukan komunikasi suara pada bencana yang terjadi di Jepang, terbukti mampu menjadi "salah satu" sikap bijak dalam menggunakan fasilitas telekomunikasi yang terbatas pasca bencana terjadi, hal ini dikarenakan karena informasi data yang bersifat penggunaan kanal secara bersama-sama dan informasinya dapat diterima secara broadcast alih-alih melakukan pendudukan kanal untuk voice secara personal ditengah bencana yang bersifat masal.

Semoga bermanfaat.

Penulis,

Fadil
fadilde@gmail.com
@fadilblank

Artikel Terkait

0 komentar:

Posting Komentar

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajementelekomunikasi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.

---

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger