What is the truth here?
oleh: Andreas Pramana Edward, Dwi Laksmana, Mohamad Ilman Hasya, Kharisma Muhammad, Ria Soraya
Sebagian dari kita masih terheran-heran.
Apa yang sedang terjadi dengan operator telekomunikasi Indonesia khususnya. Saat traffic naik seharusnya bisnis tumbuh. Itu benar karena saat ini traffic suara dan SMS turun. Bisnis menurun.
Tetapi bukankah payload data meningkat drastis antara lain berkat keberadaan OTT?
Apa yang sebenarnya terjadi?
TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari studi kasus ini adalah sebagai sarana belajar bagi mahasiswa untuk membangun awareness di bidang telekomunikasi dengan memperhatikan dan mengikuti perkembangan yang terjadi untuk kemudian menarik pengetahuan yang berharga dari artikel dan diskusi yang terjadi.
SITUATION
Tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL
bertindak sebagai operator penyedia jaringan dan layanan telekomunikasi, trend jumlah pelanggannya secara umum mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
![]() |
| Gambar 1. Jumlah Pelanggan Operator Indonesia 2006 - 2015 (sumber: laporan keuangan tahunan) |
Di sisi lain, trend perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi khususnya jaringan internet di dunia turut mendorong pergeseran pola komunikasi masyarakat tidak terkecuali di Indonesia.
![]() |
| Gambar 2. Mobile Data Traffic (sumber: laporan keuangan tahunan operator Indonesia) |
Tren perkembangan ini telah mendorong perubahan gaya hidup masyarakat untuk selalu terhubung dengan informasi dan jaringan telekomunikasi kapanpun dan dimanapun melalui jaringan seluler (mobile).
Saat ini, tiap orang tidak hanya mengandalkan layanan suara (voice) dan SMS untuk dapat berkomunikasi, tetapi penggunaan media sosial yang dibangun oleh OTT jauh lebih dominan dan diandalkan karena kemudahan dan harga layanannya yang lebih murah.
Hal yang menggembirakan bahwa ini menyebabkan trafik data pada jaringan seluler terus meningkat.
Akan berdasarkan laporan tahunan dari operator menyebutkan bahwa pendapatan layanan data hanya menyumbang 20-30% dari total pendapatan operator per tahun.
Sedangkan layanan voice masih menjadi penyumbang revenue terbesar yaitu sebesar 30-50%.
Artinya kehilangan pendapatan operator dari layanan legacy belum bisa ditutupi oleh pendapatan dari layanan data.
![]() |
| Gambar 3. Proporsi Pendapatan XL Axiata Pada 2014 dan 2015 (sumber: laporan keuangan tahunan operator) |
Bandingkan dengan Telkomsel.
![]() |
| Gambar 4. Proporsi Pendapatan TELKOMSEL (sumber: laporan keuangan tahunan operator) |
PROBLEM
Peningkatan jumlah pelanggan serta beban trafik data pada jaringan seluler ternyata tidak mendorong pertumbuhan finansial ketiga perusahaan telekomunikasi tersebut.Selama beberapa tahun terakhir, ketiganya terus mengalami penurunan nilai ARPU.
![]() |
| Gambar 6. Nilai ARPU Tiga Operator Indonesia (sumber: laporan keuangan tahunan operator) |
Sementara itu, operator-operator telekomunikasi seluler masih menjalankan kewajiban menggelar jaringan telekomunikasi.
Selain untuk menarik pelanggan yang lebih banyak dan mengisi kebutuhan pasar terhadap layanan data yang diperlukan.
![]() |
| Gambar 7. Perluasan Jaringan Operator Indonesia 2005 - 2015 (sumber: laporan keuangan operator) |
Kondisi ini tidaklah ideal bagi para operator.
Dalam usaha ini mereka membutuhkan tambahan modal dan juga menyebabkan kenaikan biaya operasional.
Tetapi tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan yang memadai.Pada waktu tertentu krisis mungkin saja terjadi dan hal ini tentu tidak kita inginkan karena akan merugikan semua pemangku kepentingan.
PEMBAHASAN
Kita mencoba membahasnya dari sisi model bisnis.Model bisnis adalah suatu tata cara bagaimana perusahaan memperoleh pendapatan (revenue) dan menghasilkan keuntungan dari pengoperasian perusahaan.
Suatu model bisnis merupakan penggambaran dasar pemikiran tentang bagaimana perilaku suatu organisasi dalam menciptakan, memberikan, dan menangkap value proposition yang diciptakan.
Model bisnis dapat berubah akibat dari adanya pergeseran kekuatan dari faktor-faktor internal yang selama ini dimiliki mengantisipasi perubahan yang disebabkan faktor-faktor eksternal.
Hal ini akan berakibat pada penurunan kinerja apabila kekuatan internal tidak dapat lagi mengantisipasi perubahan dari eksternal tersebut.Model bisnis juga merupakan suatu metode manajerial yang setara dengan metode ilmiah,
dimulai dengan hipotesis, yang kemudian hipotesis tersebut diuji dalam tindakan lalu direvisi jika diperlukan.
Ketika sebuah model bisnis baru mampu mengubah kondisi ekonomi suatu industri maka model tersebut dapat dengan sendirinya menciptakan keunggulan kompetitif yang kuat bagi pemiliknya.
Semakin sulit untuk ditiru tentu semakin lama perusahaan tersebut bertahan dengan keunggulan kompetitifnya,Pergeseran tren komunikasi masyarakat ke layanan data cukup merepotkan para operator,
karena teknologi yang digunakan untuk menyediakan layanan tersebut merupakan teknologi 3G/4G yang berbasis Internet Protocol (IP) yang sangat berbeda jauh dengan teknologi yang digunakan untuk layanan suara (voice) dan SMS (2G).
Teknologi yang berbeda yang membutuhkan model bisnis yang berbeda pula.Penggunaan teknologi yang berbeda ini masing-masing tetap bertujuan untuk mendatangkan keuntungan ekonomi bagi operator,
hanya saja dengan value proposition yang berbeda.
HIPOTESIS
Model bisnis yang saat ini diterapkan oleh operator-operator penyedia jaringan dan layanan telekomunikasi di Indonesia sudah tidak sesuai untuk dijalankan.Value proposition yang ditawarkan tidak lagi mampu meningkatkan revenue perusahaan antara lain karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi dan gaya berkomunikasi masyarakat Indonesia sekarang ini.Faktanya, kenaikan mobile traffic data yang signifikan tidak dapat mengangkat nilai ARPU
Bisnis model di era layanan voice dan SMS tidak cocok lagi diterapkan pada era digital.
QUESTION
- Apakah strategi pemasaran (marketing) & operasional yang telah dijalankan oleh operator telekomunikasi di Indonesia sehingga berdampak pada penurunan ARPU yang begitu cepat?
- Apa yang sebaiknya dilakukan oleh operator dan para pemangku kepentingan telekomunikasi di Indonesia agar kondisi ini tidak terus berlanjut?
- Apakah dengan konversi perusahaan dari penyedia jaringan dan layanan menjadi digital company dapat membantu? Apa potensi kendalanya?
- Bagaimana model bisnis operator telekomunikasi di negara-negara maju dalam menghadapi situasi ini? Bisnis model apa yang mereka terapkan?
- Apa dampak yang harus dihadapi saat perusahaan memutuskan untuk mengganti model bisnis mereka?
Mari kita diskusikan...
++


8:04 AM
Manajemen Telekomunikasi





























