Senin, 15 Oktober 2012

Studi Kasus #3 : Operator Kita, oleh Kelompok 5


Latar Belakang Masalah

Semua operator di Indonesia bersaing dalam kondisi yang sama baik itu teknologi, kondisi sosial dan ekonomi yang relatif sama serta regulasi yang sama. Tetapi apabila kita melihat kondisi harga saham dari ketiga operator Indonesia maka hanya satu operator yang memiliki pertumbuhan harga saham yang relatif baik yaitu Excelcomindo.

Dari kondisi pasar saham yang ada terlihat bahwa PT Excelcomindo memiliki nilai yang cukup baik. Hal tersebut biasanya sejalan dengan aksi korporasi yang dilakukan Excelcomindo. Kita bisa melihat banyak aksi korporasi yang telah dilakukan oleh PT Excelcomindo mulai dari menjual dan melakukan sewa BTS dan aksi fenomenal terakhir yaitu melepaskan bagian teknis radio ke vendor untuk mengurangi OPEX.


Isu / Permasalahan Yang Ingin Dijawab


1.    Menemukan 10 fakta yang menyebabkan operator Indonesia mengalami pertumbuhan saham yang kurang baik. Dimana penyebabnya tidak lain adalah aksi korporasi yang dilakukan para operator di mata investor.

Faktor Eksternal

a.         Perubahan teknologi khususnya IP dimana percakapan dan hal – hal lain dapat dilakukan dengan komunikasi IP.
b.         Perkembangan aplikasi online yang pesat yang membutuhkan bandwith dan memberikan lalu – lintas data yang semakin lama semakin besar.
c.         Kompetisi yang sedemikian terbukanya dimana pengaturan / intervensi pemerintah harusnya masuk untuk menjaga ekosistem bisnis telekomunikasi tetap hidup dan berjalan.
d.         Kurang jelasnya regulasi QoS yang telah ditetapkan di Indonesia.
e.         Fasilitas Managed Service yang ditawarkan para vendor.

Faktor Internal

a.         Kekurang pekaan para operator mengenai perubahan teknologi yang terjadi dan budaya masyarakat.
b.         Sentralisasi sumber daya dan infrastruktur yang harus dilakukan semua operator karena era konvergensi mengajarkan diterapkannya sentralisasi untuk optimalisasi.
c.         Konfigurasi jaringan bisnis operator yang masih berharap pemasukan vocie dan sms sementara bisnis yang berkembang saat ini adalah bisnis content.
d.         Strategi pembangunan infrastruktur yang salah yang menitikberatkan pada gelombang radio, dimana teknologi menunjukkan bahwa serat optik memiliki kapasitas yang lebih besar.
e.         Kualitas layanan telekomunikasi yang tidak baik dan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.


2.    Tiga faktor pemicu utama :


a.         Kekurang pekaan para operator mengenai perubahan teknologi yang terjadi dan budaya masyarakat.
b.         Kompetisi yang sedemikian terbukanya dimana pengaturan / intervensi pemerintah harusnya masuk untuk menjaga ekosistem bisnis telekomunikasi tetap hidup dan berjalan.
c.         Sentralisasi sumber daya dan infrastruktur yang harus dilakukan semua operator karena era konvergensi mengajarkan diterapkannya sentralisasi untuk optimalisasi.

3.    Strategi masing – masing operator :

a.         Telkomsel :
Telkomsel saat ini siap bertransformasi ke Telkomsel 2.0 atau Second Opportunity. Di sini, Telkomsel mengembangkan broadband sebagai bisnis karena sejak era broadband, nilai pendapatan dan trafik sudah tidak seimbang. Dan untuk menaikkan pendapatan, Telkomsel akan mengarah bisnis baru dan digital seperti bisnis game, corporate, mobile advertising, digital money, mobile marketing, mobile newspaper maupun mobile IPTV.

b.         Indosat :
Saat ini Indosat fokus menjual paket bundling ponsel dengan salah satu kartu Indosat. Sebelumnya, Indosat telah menggandeng iPhone 4S, Samsung Galaxy S III hingga Nexian untuk program bundling-nya.
Tidak hanya paket bundling, Indosat juga akan menggenjot pendapatan dari pemakaian data pengguna. paket data tersebut diperoleh dari paket bundling maupun paket internet yang selama ini ditawarkan.
Saat ini, Indosat telah memiliki paket-paket internet yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, baik dari jenis time based, volume based, paket modem maupun paket internet BlackBerry. (Didik Purwanto/Kompas.com)

c.         Excelcomindo :
Excelcomindo memiliki tatacara komunikasi yang lebih terbuka kepada para investor antara lain menyangkut strategi dalam menggelar produk layanan, kondisi perusahaan, serta strategi dalam mencapai pertumbuhan. Secara umum, Excelcomindo berhasil dalam mendongkrak pendapatan, jumlah pelanggan dan mempertahankan EBITDA serta ARPU. Adapun beberapa strategi Excelcomindo adalah sebagai berikut :
Pertama, low price low cost, yakni bagaimana XL berani mengambil inisiatif di antara operator yang ada di Indonesia untuk menjadi pionir dalam menyediakan dan menawarkan tarif seluler murah dengan nilai lebih yang bisa dinikmati pelanggan dan masyarakat Indonesia. Inisiatif menawarkan tarif murah ini bukan hal yang mudah dilakukan karena kalau tidak dilakukan secara terencana, cermat dan hati-hati, bisa berpotensi mengganggu keseimbangan operasional perusahaan. Secara internal, XL juga lebih efisien dalam melakukan kegiatan operasional. Nah, strategi ini berhasil diterapkan dan sekaligus menjadikan pendekatan low price low cost sebagai faktor pendorong meningkatnya profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu, dan akhirnya berhasil mengubah lanskap peta persaingan industri seluler di Indonesia.
Kedua, fokus, yaitu bagaimana XL secara konsisten terus-menerus fokus pada bisnis inti dan kompetensi intinya, yaitu menyediakan layanan seluler yang terbaik bagi masyarakat dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan kemampuan sumber daya yang dimiliki.
Ketiga, diferensiasi, yakni bagaimana secara konsisten XL berupaya memberikan layanan seluler yang berbeda dari sisi manfaat/offering dan tentunya memiliki nilai lebih bagi pelanggan dibanding layanan yang disediakan oleh kompetitor.
Keempat, kejelian melihat peluang pasar dan bagaimana XL dituntut selalu jeli melihat peluang pasar atau kebutuhan masyarakat dan berupaya mewujudkan solusi atas kebutuhan tersebut.
Dan kelima, inovasi, yaitu keberanian melakukan inovasi dan menjadi trend-setter dalam menyediakan layanan, bagaimana berkomunikasi dengan calon pelanggan dan yang lainnya.

d.         Telkom :
Dari sisi bisnis, kami mentransformasi bisnis dari satu portofolio Telecommunication menjadi TIMES yaitu Telecommunication, IT Application, Media, Edutainment, dan Services. sebenarnya pertumbuhan Telkom ke depan itu adalah di empat huruf terakhir ini (IMES).
Perbedaan antara perusahaan yang bergerak di bidang telecommunication dan IMES itu sangat jauh. sebagai contoh, Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi valuasinya 4-5 kali nilai buku, padahal revenue Rp70 triliun. Perusahaan IT dihargai lebih tinggi dari telekomunikasi. Lihat saja Google, dia berbisnis diatas platform dari perusahaan telekomunikasi.
Untuk sektor media, kami sekarang revitalisasi plasa.com. Kami kerjasama dengan Microsoft dan kami buat plasa.com menjadi plasamsn.com. Sementara metranet yang bergerak di e-commerce dan kita dekatkan dengan e-bay untuk meleverage bisnis kita.

4.    Analisa SWOT


Dari hasil analisa maka ditemukenali bahwa kondisi operator Indonesia saat ini berada pada sisi ST yang berarti harus mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman. Adapun strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

1.         Membuat diversifikasi produk, selain unlimited dengan kualitas up to maka turut mengembangkan premium dengan qos yang jelas untuk menarik minat pelanggan.
2.         Mulai memikirkan untuk kolaborasi dengan operator lain untuk jaringan telekomunikasi (microwave link dan optik) agar lebih efektif dan efisien.
3.         Mulai memikirkan untuk konfigurasi jaringan IP yang lebih besar dengan mengoptimalkan sumber daya jaringan voice dan sms analog.
4.         Melakukan konsolidasi internal ke seluruh stakeholder.
5.         Melakukan segala bentuk efisiensi (sentralisasi) lain yang mungkin untuk dilakukan seperti managed service.
6.         Mengembangkan bisnis content yang saat ini sangat digemari masyarakat.
7.         Membantu pemerintah turun dan tegas dalam pengaturan khususnya masalah tarif dan QoS agar ekosistem telekomunikasi seluler tetap hidup.

Bila hal – hal tersebut tidak dilakukan maka prestasi operator seluler Indonesia akan semakin menurun yang akan tercermin pada harga saham dimana pada akhirnya akan menurunkan minat investasi di sektor ini.

5.    Kesimpulan dan Saran.

a)         Semua operator di Indonesia bersaing dalam kondisi yang sama baik itu teknologi, kondisi sosial dan ekonomi yang relatif sama serta regulasi yang sama. Tetapi apabila kita melihat kondisi harga saham dari ketiga operator Indonesia maka hanya satu operator yang memiliki pertumbuhan harga saham yang relatif baik yaitu Excelcomindo.

b)         Perkembangan aplikasi online yang pesat yang membutuhkan bandwith dan memberikan lalu – lintas data yang semakin lama semakin besar.

c)         Ada langkah – langkah yang perlu dilakukan sebagai berikut :

i.    Membuat diversifikasi produk, selain unlimited dengan kualitas up to maka turut mengembangkan premium dengan qos yang jelas untuk menarik minat pelanggan.
ii.    Mulai memikirkan untuk kolaborasi dengan operator lain untuk jaringan telekomunikasi (microwave link dan optik) agar lebih efektif dan efisien.
iii.    Mulai memikirkan untuk konfigurasi jaringan IP yang lebih besar dengan mengoptimalkan sumber daya jaringan voice dan sms analog.
iv.    Melakukan konsolidasi internal ke seluruh stakeholder.
v.    Melakukan segala bentuk efisiensi (sentralisasi) lain yang mungkin untuk dilakukan seperti managed service.
vi.    Mengembangkan bisnis content yang saat ini sangat digemari masyarakat.
vii.    Membantu pemerintah turun dan tegas dalam pengaturan khususnya masalah tarif dan QoS agar ekosistem telekomunikasi seluler tetap hidup.


Referensi

1.    Permen nomor 14 tahun 2011 tentang Standar Kualitas Pelayanan Jasa Internet Teleponi Untuk Keperluan Publik
2.    http://www.manajementelekomunikasi.org/2012/07/halo-halo-bandung.html
3.    http://www.manajementelekomunikasi.org/2012/07/pertumbuhan-industri-telekomunikasi-di.html
4.    http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126016-5925-Analisis%20harga-Pendahuluan.pdf
5.    http://geosya.blogspot.com/2012/06/kekurangan-dan-kelebihan-operator.html
6.    http://analisis.news.viva.co.id/news/read/300313-telkomsel-2-0--strategi-baru-di-era-broadband
7.    http://industri.kontan.co.id/news/menunggu-strategi-erik-meijer-di-indosat
8.    http://www.kabarindo.com/index.php?act=single&no=1630
9.    http://analisis.news.viva.co.id/news/read/300313-telkomsel-2-0--strategi-baru-di-era-broadband
10.    http://dedesuryadi.blogspot.com/2011/02/xl-axiata-tumbuh-di-atas-rata-rata.html
11.    http://swa.co.id/sajian-utama/xl-axiata-tumbuh-di-atas-rata-rata-industrinya
12.    http://haridewa.wordpress.com/2011/08/09/strategi-bisnis-dan-leadership-xl-dalam-persaingan-bisnis-telekomunikasi-indonesia/
13.    http://t3.co.id/huawei-mendapat-pengakuan-sebagai-managed-services-provider-of-the-year-in-telecoms/
14.    http://www.chip.co.id/direct/?p=5372
15.    http://ichwanadnan.wordpress.com/category/telekomunikasi/
16.    http://st285866.sitekno.com/article/11424/persaingan-pada-industri-telepon-selular-di-indonesia.html
17.    http://www.ceragon.com/files/Mobile%20Backhaul%20Fiber%20Microwave%20-%20White%20Paper.pdf
18.    http://analisis.news.viva.co.id/news/read/110876-tower_bersama_dukung_sharing_tower
19.    http://cerbon.net/infographics/infratsruktur-fiberoptik-indonesia-2010/attachment/infrastruktur-fiber-optik-di-indonesia/
20.    http://ipcarrier.blogspot.com/2010/06/getjar-raises-11-million.html
21.    http://labs.oracle.com/features/4g_wireless/

Artikel Terkait

0 komentar:

Poskan Komentar

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajementelekomunikasi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.

---

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger